Share on Myspace
Amri Yahya PDF  | Print |  E-mail
Written by irfan   
Thursday, 10 March 2011 18:09

 

Amri Yahya

 

Amri Yahya adalah sosok yang tak hanya pintar melukis batik tapi juga mencermati dan mengkritisi sikap bangsa Indonesia dalam memperlakukan batik. Ia sangat sedih luar biasa saat mengetahui Malaysia berupaya mematenkan batik sebagai karya negeri jiran tersebut. ”Padahal dunia luar sudah lama mengetahui dan mengakui bahwa batik adalah milik bangsa Indonesia. Hampir di seluruh wilayah Indonesia mengenal seni batik. Ini merupakan kesalahan kita sendiri, karena kita kurang menghargai apa yang disebut hak paten,” katanya.

 

Ia begitu dikenal sebagai pelukis batik yang tersohor hingga mancanegara. Kesetiaannya terhadap dunia seni itu telah mengantarkan ia meraih gelar doktor dan profesor honoris causa. Amri yang kesehariannya juga menjadi dosen itu pun disebut-sebut sebagai perintis terkemuka dalam seni lukis batik kontemporer.

Pilihannya menjadi pelukis batik, bukan hanya karena ingin mencari sesuatu yang lain tapi juga karena ia ingin menjaga salah satu akar seni tradisional Indonesia. Karena itulah, dalam wawancara dengan wartawan sebelum ia wafat, Amri sempat menyatakan kesedihannya ketika ada negara lain yang mengklaim batik sebagai karya budaya mereka. Wajar jika sepanjang perjalanan hidupnya, ia total mendedikasikan diri bagi upaya menjaga dan melestarikan batik Indonesia. Saking cintanya kepada batik, setiap kali ayah empat anak ini diundang untuk pameran dan ceramah ia selalu membawa perabotan membatik dan melukis secara lengkap seperti kompor kecil, canting, lilin dan lainnya. Disela ceramahnya, ia mendemonstrasikan keahlian melukis batik.

Pria yang melukis dengan media acrylic, acquarel, cat minyak dan menekuni media batik sebagai media ungkap ini telah berhasil menelurkan ribuan karya lukisan batiknya baik yang berukuran kecil dan besar yang dipampang dalam bingkai. Tapi tak sedikit motif-motif abstrak batiknya juga digunakan untuk busana dengan memilih lebak-lebung atau panorama alam sebagai subject matter sebagai potret sebagian besar rakyat Indonesia yang hidup dikawasan pedesaan.  Karya-karya lelaki asli Palembang yang puluhan tahun menetap di Yogyakarta ini pernah dipamerkan di Australia, Jerman, Amerika Serikat, Mesir, Inggris, Belanda, Kanada, Denmark, Syria, Jepang dan tentu saja diberbagai kota di Indonesia. Tak sedikit pejabat negara dan lembaga di dalam maupun di luar negeri yang mengoleksi karya lukis yang dipamerkannya sejak tahun 1957.

Apa yang membuat Amri memilih dunia seni lukis sebagai bagian hidupnya? “Karena pekerjaan ini jauh dari korupsi,” jawabnya dalam sebuah wawancara. Sempat kepincut menjadi penyair dan tentara namun urung di tengah jalan. Dalam hal seni rupa dan kaligrafi lukis ia sempat menuturkan bahwa inspirasi untuk membuat warna-warna dalam seni ini bisa didapat dari struktur keindahan sayap butterfly atau kupu-kupu. Warna yang ada pada hewan tersebut sangat natural dan khas, warna yang dijumpai bisa macam-macam, bisa warna yang terkesan redup atau warna yang terkesan cerah, sehingga sangat menarik untuk dijadikan inspirasi dalam berkarya. Hal ini dapat dibuktikan dan dilihat dalam warna-warna karya lukisnya terutama kaligrafi yang tampak ekspresif dan inheren dengan unsur warna kupu-kupu (hasil dari wawancara dan pengamatan langsung).

Ia juga merasa gundah karena kebanyakan dari kita menganggap batik bukan karya seni, tapi barang kerajinan. “Jadi menganggap nilainya rendah, dan kurang pantas dipamerkan sebagai karya seni. Padahal di luar negeri seperti Jerman, Inggris dan Australia serta Amerika Serikat setiap tiga bulan sekali sekali menyelenggarakan pameran,” keluhnya.

Kegigihannya menjaga dan mengajak bangsa ini untuk mencintai batik belakangan sudah mulai menunjukkan hasil. Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) telah menetapkan batik sebagai peninggalan budaya Indonesia. Namun lebih dari itu, batik kini menjadi pilihan busana prioritas umumnya masyarakat negeri ini yang menjadikan batik sebagai pakaian sehari-hari. Sebuah kebanggaan yang dapat dirasakan setelah sang maestro pergi menghadap Sang Khalik pada 20 Desember 2004.

Untuk lebih jelasnya tentang riwayat hidup almarhum Amri Yahya akan diuraikan sebagai berikut :

1. Nama lengkap : Ki Prof. Dr. H. Amri Yahya

2. Tempat tanggal lahir : Ogan Ilir-Palembang, 29 September 1939.

3. Agama : Islam

4. Pekerjaan : Guru besar Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas

Negeri Yogyakarta.

5. Nomer Induk Pegawai : 130367418

6. Bidang Ilmu : Seni Lukis dan Pendidikan Seni Rupa

7. Status Keluarga : Menikah

a. Ayah : Yahya (alm. 1951)

b. Ibu : Zainab (almh. 1985)

c. Istri : Hj. Sud Sri Zuzamti (lahir 9 September 1944)

d. Anak : 1. Emi Palupi Yogananti (1962)

2. Adwi Prasetya Yogananta (1964)

3. Yunipan Nur Yogananta 91967)

4. Feriqo Asya Yogananta (1970)

e. Menantu : 1. H. Yanrezeki (1959)

2. Jubaidah (1965)

3. Dwiyana Putri Nurcahyani (1975)

f. Cucu : 1. Hajar Ismail (1983)

2. P.K. Arasy Amri (1991)

3. Mirza Nur Marhan (1994)

4. Juan Gifari Amri (2002)

8. Alamat : Jl. Gampingan No.6 Yogyakarta 55253,

Telf. +62.274. 564 525; Fax. +62.274.555.968

e-mail: This e-mail address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it

9. Riwayat Pendidikan

§ Sejak SD di Taman Siswa Palembang tahun 1956

§ Ijazah I di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta tahun 1961

§ Ijazah II di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta tahun 1963

§ Drs. (Keguruan sastra dan Seni) di IKIP Yogyakarta (Juru Seni Rupa, Fakultas

Keguruan Sastra dan Seni/FKSS) tahun 1971

§ Sertifikat Keramik Dinding di Den Haaq, Belanda tahun 1980

§ Akta V dari Departemen Pendidikan dan kebudayaan tahun 1984

§ Doktor H.C. (Pendidikan Seni Rupa) di Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2001

§ Profesor/Guru Besar (Pendidikan Seni Rupa) dari Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2002

10. Pengalaman Mengajar

a. Fakultas Bahasa dan Seni UNY (dahulu IKIP Yogyakarta) tahun 1967 s/d akhir hayat sebagai dosen pendidikan seni rupa (seni lukis, apresiasi budaya, seni rupa tradisional, disain interior, disain tata taman, disain produk, manajemen seni dan tata pameran, studi mandiri, seni batik dan seni lukis kaligrafi).

b. STSRI-ASRI Yogyakarta yahun 1973-1980 sebagai dosen seni rupa.

c. Oklahoma State University (USA) tahun 1974 sebagai Public Lecturers.

d. UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (dulu IAIN) tahun 1978-1980 sebagai dosen apresiasi seni.

e. AKK Yogyakarta (Akademi Kesejahteraan Keluarga) tahun 1975-1980 sebagai dosen apresiasi seni, seni batik, tata taman dan interior.

f. Universitas Islam Indonesia Yogyakarta tahun 1981 s/d akhir hayat sebagai dosen apresiasi seni (FT), merancang warna (FTI).

g. IOWA University, IOWA (USA) tahun 1986 sebagai visiting professor.

11. Tulisan Ilmiah – Penelitian

1. Seni lukis Batik sebagai Sarana Peningkatan Apresiasi Seni Lukis Kontemporer (tesis S1, 1971).

2. Seni lukis sebagai Media Peningkatan Apresiasi Seni Lukis, (sebagai pidato pengukuhan untuk kenaikan pangkat), 108 hlm., 1976.

3. Siluet, Apresiasi Seni, (paper diketengahkan dalam rangka pengarahan guru-guru seni rupa), 1976.

4. Manfaat Persepsi bagi Dosen Seni Rupa dan Pelukis, 12 hlm. (sebagai pidato pengukuhan untuk kenaikan pangkat), 1976.

5. Keramik Dinding adalah salah satu Perkembangan baru dalam Dunia Keramik, (sebagai Progress Report Study di Nederland), 18 hlm., 1980.

6. Soemarsono, Bambang Damarsasi dan Trie Hartiti, Sikap Mahasiswa IKIP Yogyakarta terhadap Apresiasi Seni dan Budaya, 40 hlm., 1980.

7. Peran Kritik, Arti dan Fungsinya dalam Pendidikan Seni Rupa, 16 hlm. (sebagai pidato pengukuhan untuk kenaikan pangkat), 1982.

8. Wiraswasta dan Seni bagi Mahasiswa Ekonomi, (paper diketengahkan untuk studi perbandingan mahasiswa tingkat akhir Universitas Diponegoro Semarang), 1983.

9. Wanita dan Pemuda Ambil Peranan dalam Perkembangan Kebudayaan, Student Centre Banyumas, 5 hlm,. 08 Mei 1983.

10. A. Adi Sukadana dan Kusen, Aspek Ritual dan Kreatifitas dalam Perkembangan Seni di Jawa. (Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara atau Javanologi, Direktur Jendral Kebudayaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan), Yogyakarta, 64 hlm., 1985.

11. Soenarto, Hajar Pamadhi dan Suwarna, Relevansi Kurikulum Sekolah Pendidikan Guru terhadap Kurikulum Sekolah Dasar di Daerah Bantul, Yogyakarta, 1990.

12. Mohammad Affandi dan Trie Hartiti, Perbedaan Tipe Lukisan Anak-anak Sekolah dasar, 30 hlm., 1991.

13. Kaligrafi Arab untuk Pendidikan Seni Rupa, (Pidato Llmiah di FPBS IKIP Yogyakarta, 37 hlm., 1992.

14. Islam dan Pembinaan Seni Rupa, dimuat dalam Jabrohim dan Saudi Berlian (eds.), Islam dan kesenian, Majelis Kebudayaan Muhammadiyah dan Universitas Ahmad Dahlan, 1995.

15.Unsur-unsur Islam pada Ornamen Sakaguru Bangsal Kencana Keraton Yogyakarta, Penelitian Ilmiah, 65 hlm., 1998.

16. Islamic Calligraphy ini Batik Medium, Contemporary of the Indonesian Islamic Fine Art, 21 hlm., Hofstra University, New York, 2000.

17. Unsur Islami dalam Ornamen Tradisi Puteri Merong Keraton Yogyakarta, dimuat dalam Seni, Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Seni BP ISI Yogyakarta VII/03, Januari 2000.

18. The Callenge for Batik in the year 2020: Art, Commodity and Technology dimuat dalam Michael Hitchcock dan Wiendu Nuryanti, Building on Batik: The Globalization of a craft community, England: Ashgate Publishing Ltd., 2000.

19. Pengembangan Seni Budaya dalam Perspektif Pendidikan, dimuat dalam Ki Drs. RBS Fudyartanta et.al (eds.), Tamansiswa: Bunga Rampai Pemikiran, Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa, 2000.

20. Agama sebagai Sumber Inspirasi dan Kreatifitas dan Implikasinya: Hubungan Islam dan Seni, dimuat dalam Humaniora, Jurnal Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada No.1 Tahun 2000.

21. Unsur-unsur Zoomorfik dalam Seni Rupa Islam, dimuat dalam al-Jami’ah, Journal of Islamic Studies, IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, No. 65/IV/2000.

22. Ekpresi Religius dalam Wacana Kebudayaan Islam, Sarasehan Kebudayaan di Kampus III UMM, malang, 2000.

23. Religion, The Arts and Peaceful Reconciliation, Seminar on Interreligious Dialogue (JakArt@2001), Jakarta, 2001.

24. Pengembangan Kaligrafi Untuk Optimalisasi Peranan Bahasa, Sastra dan Budaya Arab, Pertemuan Ilmiah Bahasa Arab II, Fakultas Ilmu Budaya UGM, Yogyakarta, 2001.

25. Aspek-aspek Religius Islam pada Batik Tradisional Yogyakarta, Penelitian Mandiri, 53 hlm., 2001.

26.Evaluasi dalam Perspektif Pendidikan Seni (sebagai pidato ilmiah penganugerahan gelar kehormatan Doctor Honoris Causa di bidang Evaluasi Pendidikan Seni, diucapkan di depan rapat terbuka senat UNY), 32 hlm., 2001.

27. Islamic Calligraphy in Batik Medium Contemporary of the Indonesian Islamic Fine Art, dimuat dalam al-Jami’ah, Journal of Islamic Studies; IAIN Sunan Kalijaga, ISSN: 0126-012 X, Vol. 39, No. 2, 2001.

28. Upaya Mengembalikan Diksi Estetis ke dalam Pendidikan Seni (sebagai pidato Ilmiah Pengukuhan Guru Besar di Bidang Ilmu Pendidikan Seni), diucapkan di depan rapat terbuka senat UNY), 46 hlm., 2002.

12. Penulisan Buku

1. Pengantar Apresiasi Kaligrafi, 105 hlm., 2003.

2. Seni Rupa Islam, Apresiasi, Estetika dan Spiritualitas, 109 hlm., 2003.

13. Pameran Tunggal

Luar Negeri

1. Tahun 1973 :

§ Michigan (USA) dan Singapore.

§ Melbourne, Sydney (Australia).

2. Tahun 1974 :

  • Koln (West Germany).
  • San Fransisco, Washington DC, Los Angeles, Santa Rosa, Santa Barbara, Forestville (Callifornia), Oklahoma State University.

3. Tahun 1976 :

  • Cairo (Egypt).
  • London, pada acara World of Islamic Festival.
  • Kopenhagen, Ribe, Esberg (Denmark).
  • Den Haaq, Rijswik (Netherland) dan Paris (France) di markas UNESCO Syria dan Saudi Arabia.

4. Tahun 1977-1978 :

  • Kuwait, Iraq, Syria.

5. Tahun 1979 :

  • Abu Dhabi, Dubai, Al-‘Ain (UAE).
  • Amsterdam, Rotterdam, Den Haq (Netherland).

6. Tahun 1981 :

  • San Fransisco, Pasadena (USA).

7. Tahun 1984 :

  • Muzium Brunei Darussalam, Bandar Seri Begawan (Brunei).

8. Tahun 1986 :

  • IOWA City, IOWA (USA).

9. Tahun 1987 :

  • Washington dc dan New York, yang diprakarsai KBRI-KJRI sebagai warming up ‘Diplomasi Kebudayaan’ 1990 (USA).

10. Tahun 1989 :

  • Silphakorn University, Bangkok (Thailand).

11. Tahun 1996 :

  • The Asian Art Museum of San Fransisco (USA).

Dalam Negeri

1. Tahun 1960 :

  • Palembang, Plaju, Sungai Gerong (Sumatera Selatan).

2. Tahun 1962 :

  • Jakarta, Palembang, Sungai Gerong (Sumatera Selatan).

3. Tahun 1972 :

  • Palembang (Sumatera Selatan).

4. Tahun 1974 :

  • Japan – Indonesian Foundation, Jakarta.

5. Tahun 1975 :

  • Jakarta Hilton Hotel.
  • Symposium of Indonesian–Middle East Relationship, Jakarta.

6. Tahun 1976 :

  • TIM (Taman Ismail Marzuki), Jakarta.

7. Tahun 1977 :

  • TIM (Taman Ismail Marzuki), Jakarta.
  • UNHAS, Ujung Pandang.

8. Tahun 1978 :

  • Taman Ismail Marzuki, Jakarta.
  • Miramar Hotel, Surabaya.
  • Lembaga Indonesian Amerika, Surabaya.
  • Simpassri Art Gallery, Medan.

9. Tahun 1979 :

  • Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

10. Tahun 1980 :

  • Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

11. Tahun 1981 :

  • Bank Duta Ekonomi, Jakarta.
  • Lembaga Indonesia Jepang, Jakarta.

12. Tahun 1982 :

  • Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

13. Tahun 1988 :

  • Bank Duta Jakarta.

14. Tahun 1991 :

  • PT. Pupuk Kaltim, Bontang, Kaltim.
  • Balikpapan, Kaltim.

15. Tahun 1996 :

  • World Trade Center, Jakarta.

16. Tahun 1997 :

  • Mega Pasaraya, Blok M, Jakarta dibuka Ibu Mar’ie Muhammad.

17. Tahun 1999 :

  • Deparsenibud, Jakarta, dalam rangka silaturahmi masyarakat Sumatera Selatan, dibuka Ibu Negara Ny. Hasri Ainun Habibie.
  • Hotel Sanjaya, Palembang, dalam rangka Festival sriwijaya dibuka Marzuki Usman (Menparsenibud) dan H. Rosihan Arsyad (Gubernur Sumatera Selatan).

18. Tahun 2000 :

  • Taman Ismail Marzuki, Jakarta, dibuka Susilo B. Yudhoyono Mentamben RI.
  • Komplek Bidakara, Jakarta, dibuka Bang Ali Sadikin.

19. Tahun 2001 :

  • Hotel Hyatt Regency, Yogyakarta.
  • dGallerie, Jakarta, dibuka Menristek RI Ir. HM. Hatta Radjasa.

20. Tahun 2001 :

  • Museum Nasional, Jakarta, dibuka H. Taufiq Kiemas.

14. Pameran Bersama

Luar Negeri

1. Tahun 1957 :

  • Australia.

2. Tahun 1962 :

  • Pameran keliling Eropa dan Asia.

3. Tahun 1964 :

  • New York Fair dan Floating Fair (USA).

4. Tahun 1974 :

  • The First Combined Art exhibition (Singapore).

5. Tahun 1980 :

  • The Festival Contemporary Asian Art Show 1980 di Fukuoka (Japan).

6. Tahun 1981 :

  • The Exhibition of CONEX 81 Contest, Bangkok (Thailand).

7. Tahun 1985 :

  • Pameran seni Islam di Riyadh dan Jeddah (Saudi Arabia).
  • The 2nd Asian Art Show, Fukuoka (Japan).

8. Tahun 1986 :

  • The 1986 Seoul Contemporary Asian Art Show (South Korea).

9. Tahun 1987 :

  • Pameran Perdamaian di Gedung Induk PBB New York (USA).
  • Pameran untuk menanggulangi bencana kelaparan dunia (khususnya Afrika) bersama senirupawan dunia yang tergabung dalam IAA-UNESCO, dengan sponsor IAA-UNESCO.
  • The Art from Another World, keliling Eropa.
  • Yearly Educational Exhibition, Museon, Den Haaq (1987, 1991).

10. Tahun 1989 :

  • Annually Exhibition, Gallery Smend (West Germany).
  • Annually Tour Exhibition by Alexander Koln, Munchen (West Germany).
  • Im Hoo Seong Gallery (South Korea).

11. Tahun 1990-1991 :

  • Annually Tour Exhibition, disponsori oleh Willy Goeminne, Merelbeke, Belgium (1991, 1992).
  • Kebudayaan Indonesia Amerika Serikat (KIAS).
  • Islamic Work of Art, Holiday Inn (Singapore).

12. Tahun 1992 :

  • Pelukis Muslim ASEAN, Kuala Lumpur (Malaysia).

13. Tahun 1994 :

  • Festival Tamaddun Islam, Kuala Lumpur (Malaysia).

14. Tahun 1996 :

  • Union Square, San Fransisco (USA).
  • 16th National Craft Acquisition Award 1996, NSW (Australia).

15. Tahun 1997 :

  • 17th National Craft Acquisition Award 1997, NSW (Australia).

16. Tahun 2000 :

  • Pameran Pelukis Terkemuka Indonesia, KBRI (Jerman).
  • Exhibition of Meeting Five Continents, Rotterdam (Belanda).

17. Tahun 2002-2003 :

  • ‘Ausstellung’ Batik of Change, Handwerksform, Hannover (Jerman).

(Rata-rata setiap tahun pameran bersama ke luar negeri 1-3 kali).

Dalam Negeri

1. Tahun 1966 :

  • Bandung.

2. Tahun 1967 :

  • Solo.

3. Tahun 1971 :

  • Jakarta dan Pandaan (Jawa Timur).

4. Tahun 1973 :

  • Pameran 14 Pelukis batik, Jakarta.

5. Tahun 1974 :

  • The Great Exhibition of Indonesian Paintings, Jakarta.

6. Tahun 1975 :

  • Pameran Lukisan dalam rangka Pengumpulan Dana Restorasi Borobudur, Jakarta.

7. Tahun 1976 :

  • Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
  • Maulid Pop Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

8. Tahun 1978 :

  • Pameran Muktamar Muhammadiyah ke-40 di Surabaya.
  • Pameran Seni Lukis batik “Canting Emas”.

9. Tahun 1981 :

  • Pameran Kaligrafi Nasional, Aceh.

10. Tahun 1983 :

  • Pameran Peresmian dan PenutupanRestorasi Candi Borobudur.
  • Pameran Kaligrafi Nasional ke-13, Padang.

11. Tahun 1985 :

  • Pameran Kaligrafi Muktamar ke-41 Muhammadiyah di Solo.

12. Tahun 1986 :

  • Pameran Besar Senirupawan Indonesia di Taman Ismail Marzuki oleh Dit. Kesenian, Ditjen Kebudayaan.

13. Tahun 1987 :

  • FK-ISI Yogyakarta (bersama Bagong Kussudiardjo, Fadjar Sidik, Nasjah Djamin).
  • Pameran kaligrafi di Yogyakarta.
  • Pameran Trienale di Denpasar, Bali.
  • Pameran Kaligrafi di Gunung Kidul, DIY.

14. Tahun 1988 :

  • Pameran bersama seniman Jepang di Caleri Ancol.

15. Tahun 1989 :

  • Pameran Festival Kesenian Yogyakarta I (FKY), Yogyakarta.

16. Tahun 1990 :

  • Pameran Seni Rupa MTQ Nasional XV, Yogyakarta.
  • Pameran Kaligrafi Muktamar ke-42 Muhammadiyah Yogyakarta.
  • Pameran Festival Kesenian Yogyakarta II (FKY), Yogyakarta.
  • Pameran Seni Rupa Kontemporer Festival Istiqlal, Jakarta.

17. Tahun 1991 :

  • Pameran Kaligrafi Islam Nasional, Surabaya.
  • Pameran Festival Kesenian Yogyakarta III (FKY), Yogyakarta.

18. Tahun 1992 :

  • Pameran Akbar PWI-Yayasan Marsella, Jakarta.
  • Festival Canting Emas, Yogyakarta.
  • Biennale Seni Rupa Yogyakarta, setiap 2 tahun sejak 1988.
  • Pameran Festival Kesenian Yogyakarta IV (FKY), Yogyakarta.
  • Gelar Seni Lukis Batik Internasional, Edwin’s Gallery Jakarta.

19. Tahun 1993 :

  • Pameran Lukisan Indonesia – China, Jakarta.
  • Pekan Kesenian Islam, Kudus.
  • The Islamic Calligraphic Painting, Hilton, Jakarta.
  • 5 Pelukis Kaligrafi Yogyakarta, TIM, Jakarta.
  • 45 Pelukis Yogyakarta PWI-IKAISYO, Jakarta.
  • Pameran Festival Kesenian Yogyakarta V (FKY), Yogyakarta.
  • Pameran Seni Rupa MTQ XVI Nasional, Pekanbaru.

20. Tahun 1994 :

  • Exhibition of Islamic Calligraphy, Jakarta.
  • Pameran Lingkungan Hidup, Garuda Hotel Yogyakarta.
  • Ekspresi 17 Pelukis Indonesia, Semarang.
  • Wajah Seni Lukis Islami, Jakarta.
  • Simphoni Nusantara, Jakarta.
  • The Jakarta International Fine Arts Exhibition, Jakarta.
  • Pameran Festival Kesenian Yogyakarta VI (FKY), Yogyakarta.

20. Tahun 1995 :

  • Pameran Kaligrafi Muktamar ke-43 Muhammadiyah, Banda Aceh.
  • Pameran Festival Kesenian Yogyakarta VII (FKY), Yogyakarta.

21. Tahun 1996 :

  • Pameran Festival Kesenian Yogyakarta VIII (FKY), Yogyakarta.

22. Tahun 1997 :

  • Pameran Festival Kesenian IX (FKY), Yogyakarta.
  • Pameran ICCT, Yogyakarta.

23. Tahun 1998 :

  • Pameran Seni Lukis Batik Canting Emas IV, Yogyakarta.
  • Pameran Biennale XI, Jakarta.

24. Tahun 2000 :

  • Pameran Seni Rupa IKAISYO, Taman Budaya, Yogyakarta.
  • Pameran Seni Lukis Batik Canting Emas V, Yogyakarta.
  • Pagelaran Lukisan Islami Muktamar ke-44 Muhammadiyah, Jakarta.
  • Pameran Seni Rupa Fort Rotterdam, Universitas Negeri Makassar.
  • Pameran Festival Kesenian Yogyakarta XII (FKY), Yogyakarta.
  • Pameran FKY XII di Galeri Adira, Bandung.

25. Tahun 2001-2003 :

  • Pameran Asian Spiritual Art Exhibition, Yogyakarta (2001).
  • Pameran “Dari Bantul Melihat Indonesia” (2003).

(Dan Lain-lain, rata-rata setiap tahun pameran bersama dalam negeri 2-5 kali).

15. Konferensi /Seminar / Workshop

1. Pemakalah Manik-manik Kebudayaan UGM, Yogyakarta 1988.

2. Peserta International Conference on Cultural Tourism, Yogyakarta 1992.

3. Peserta International Conference on Cultural Tourism, Yogyakarta 1995.

4. Pembicara dan memberikan Workshop pada acara The Conference of Inscription as Art in World of Islam, diselenggarakan oleh Hofstra Universiti, Hemstead, Long Island, New York, USA 1996.

5. Pembicara dan Tim Penulis pada acara The World Batik Conference and Exhibition, Yogyakarta 1997.

6. Pembicara Utama (bersama Menparsenibud, Dirjen Seni Budaya dan Rektor ISI) pada Temu Karya Nasional (Tekarnas) Masyarakat Peduli Pariwisata, Seni dan Budaya, Deparsenibud, Jakarta 1999.

7. Pemakalah Seminar Nasional Temu Mahasiswa Tamansiswa se-Indonesia, bersama KH. Abdurrachman Wahid, Prof. Dr. Nurcholis Majid, Dr. Muji Sutrisno dll, 2003.

16. Penghargaan

1. Mendapat Penghargan Teringgi Seni Lukis (ASRI I) dari Akademi Seni Rupa Indonesia tahun 1961.

2. Menjadi anggota kehormatan International Association of Art (IAA) dari UNESCO PBB tahun 1977.

3. Menjadi Koordinator Pameran Kaligrafi dalam Panitia Muktamar Media Massa Islam Sedunia I tahun 1980.

4. Menjadi Pemasaran Loka Karya Pola Pengabdian IAIN kepada Masyarakat dari IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 1983.

5. Pembawa Obor Persahabatan Dunia dari Departemen Luar Negeri RI tahun 1986.

6. Menjadi salah satu dari 33 Profil Budayawan Indonesia (Penayangan pada TV dan buku di urutan kedua setelah Affandi untuk kategori Pelukis) dari TVRI tahun 1987.

7. Mendapat Anugerah Pagelaran pan-Pacific Art dari Seoul, Korea tahun 1988.

8. Mendapat penghargaan sebagai juri “For Judging the 7th Painting of the Year Competition 1988” dari UOB Singapore tahun 1988.

9. Mendapat penghargaan seni Bidang Seni Rupa dari Walikota Yogyakarta tahun 1988.

10. Mendapat penghargaan seni Bidang Seni Rupa dari Gubernur DIY tahun 1991.

11. Menjadi koordinator pameran kaligrafi dalam Panitia MTQ Nasional XVI tahun 1991.

12. Menjadi peserta pada Pameran Kebudayaan Indonesia di Amerika Serikat dalam Panitia Pameran KIAS 91990-91) tahun 1991.

13. Mendapat penganugerahan gelar “Ki” atas pengabdian yang luar biasa di bidang seni rupa dari BP Majelis Luhur Tamansiswa, Yogyakarta tahun 1991.

14. Menjadi Pemakalah dalam Peningkatan Wawasan Peserta Konferensi Menteri-menteri Pendidikan se-Asia Tenggara dari Depdikbud RI Jakarta tahun 1994.

15.Menjadi Tokoh Figur Jawa Tengah dan DIY dari Yayasan Lintas Wisata Indonesia, Semarang, tahun 1995.

16. Mendapat kepercayaan menjadi Perancang Logo dan Maskot PON XVI – 2004 dari Gubernur Sumatera Selatan tahun 2000.

17. Mendapat gelar Doctor Honoris Causa di bidang Evaluasi Pendidikan Seni (Rupa) dari Senat Universitas Negeri Yogyakarta tahun 2001.

18. Mendapat “Anugerah Sriwijaya” diserahkan langsung oleh Wapres RI dari Yayasan Genta Sriwijaya tahun 2001.

19. Wakil Indonesia untuk Nominator “Unesco Sharjah Prize for Arab Culture” dari Komisi Nasional untuk Unesco (Depdiknas) tahun 2001.

17. Kegiatan Profesi

1. Tahun 1977 :

International Association of Art (IAA) – UNESCO Paris

Status : Anggota Kehormatan.

Aktifitas : Pameran di gedung induk UNESCO, Paris (1976).

2. Tahun 1979 :

Himpunan Senirupawan Indonesia (HSRI) Yogyakarta

(Diresmikan dan dihadiri oleh Wapres RI Adam Malik).

Status : Pencetus, Ketua OC Panitia Pembentukan dan Ketua.

Aktifitas : Mengadakan pameran tunggal atau bersama bagi segenap anggota. Mengadakan simposium, lokakarya dan diskusi, untuk memperjuangkan seniman – senirupawan Indonesia dapat menjadi anggota IAA – UNESCO.

3. Tahun 1980 :

Anggota Ikatan Ahli Disain Indonsia (IADI). Aktifitas : Rutin.

4. Tahun 1977 :

Badan Koordinasi Kesenian Nasional Indonesia (BKKNI) DIY.

Status : Pengusul dan Ketua.

Aktifitas : Mengadakan pameran tahunan, simposium lokakarya, pertemuan membicarakan masalah seni rakyat/tradisional.

5. Tahun 1977 :

Dewan Kesenian Yogyakarta (DKY).

Status : Pemrakarsa/pendiri

(Ketua Bakdi Sumanto, Sekretaris Emha Ainun Najib).

6. Tahun 1978 :

Canting Emas IKIP Yogyakarta.

Status : Pemrakarsa – Pelaksana.

Aktifitas : Mengadakan pameran (upaya melestarikan seni batik tradisional dan mengembangkan seni batik kontemporer), ceramah dan lomba seni lukis batik untuk memperebutkan ‘Canting Emas’.

7. Tahun 1978 :

Sanggar Kerjasama Seniman Muslim Yogyakarta.

Status : Pembentuk dan Penasehat.

Aktifitas : Mengkoordinir seniman muslim se-Yogyakarta.

8. Tahun 1968 :

Mendirikan Art Gallery Yogyakarta, bekerjasama dengan Soemihardjo (alm.), di Yogyakarta.

9. Tahun 1972 :

  • Mendirikan Amri Art Gallery 9d/h Galeri Amri) Yogyakarta.
  • Mempromosikan Provinsi DIY melalui Peta Wisata dan Poster ‘Prajurit Lombok Abang’ Keraton Yogyakarta.

10. Tahun 1975 :

Mendirikan Amri Art Gallery di Denpasar Bali.

11. Tahun 1976 :

Pameran tunggal keliling Eropa (antara lain di markas UNESCO Paris dan kawasan Timur Tengah).

12. Tahun 1963 :

Mendirikan Teater Muslim Yogyakarta.

13. Tahun 1964 :

Mendirikan Sanggar Muslim Yogyakarta (1970) berubah menjadi Sanggar Putih (agar anggota tidak terbatas pada muslim saja).

14. Tahun 1969 :

Mendirikan Jayakarta Center of Craft and Art, Yogyakarta.

15. Tahun 1978 :

  • JAMBORE SENI (Cikal Bakal Festival Kesenian Yogyakarta).

Pemrakarsa dan pelaksana (bersama eks walikota Achmad).

Aktifitas : Pameran dan Pentas kesenian di bekas benteng Vredeburg (pelacak nama Vredeburg). Pengusul Vredeburg untuk menjadi pusat kesenian.

  • EXPO 1978, Pemrakarsa dan Pelaksana memasyarakatkan ‘Batik’ sebagai kegiatan positif bagi mahasiswa putri ). lihat TEMPO 1978.
  • Pameran Tunggal di Istana Negara Jakarta.
  • Melukis bersama di Istana Negara bersama PM. Jepang Fukuda.

16. Tahun 1979 :

  • Ketua OC Musyawarah Senirupawan Indonesia yang diresmikan Wapres RI Adam Malik.
  • Ketua Pelaksana Pameran Kaligrafi Nasional I di Semarang. Diresmikan Wapres RI.

17. Tahun 1980 :

Ketua Koordinator pameran MMIS (Muktamar Media Massa Islam Sedunia) I di Jakarta, di masa Menteri Agama RI Alamsyah Ratuprawiranegara, dibuka oleh Presiden RI.

18. Tahun 1981 :

  • Mendirikan Amri Art Gellery Palembang.
  • Ikut berjuang agar berdiri Museum kaligrafi di Aceh (berhasil).

19. Tahun 1983 :

Penasehat Pameran Kaligrafi Nasional dalam MTQ ke-13 di Padang Sumatera Barat, peresmiannya dibuka Presiden RI. Ikut berjuang berdirinya Museum Kaligrafi Padang (berhasil).

20 Tahun 1987 :

Menyerahkan lukisan untuk Asia Society melalui Duta Besar RI pada PBB.

21. Tahun 1989 :

Festival Kesenian Yogyakarta (FKY). Pencetus dan Pembicara, serta menciptakan logo FKY dengan figur burung perkutut yang dimodifikasi. Merupakan kegiatan kesenian tahunan propinsi DIY. Sampai dengan FKY VII sebagai panitia inti.

22. Tahun 1990 :

  • Mengkoordinir Pameran Kaligrafi dalam rangka MTQ XV di Yogyakarta (berhasil).
  • Mengkoordinir Pameran Kaligrafi dalam rangka Mukamar Muhammadiyah 42 di Yogyakarta (berhasil).
  • Mengkoordinir berdirinya Museum MTQ XV di Yogyakarta (berhasil).

23. Tahun 1991 :

  • Mengkoordinir Pameran Senirupa Kontemporer Festival Istiqlal, Jakarta (berhasil), dan mengusulkan berdirinya Bayt al-Qur’an – Museum Istiqlal (berhasil).
  • Menciptakan logo Festival Kraton Yogyakarta, dengan figur seorang prajurit Kraton Yogyakarta yang telah dimodifikasi.

24. Tahun 1995 :

  • Mengkoordinir Pameran Kaligrafi dalam rangka Muktamar 43 Muhammadiyah di Banda Aceh.
  • Ikut menerbitkan buku “Ketika Kata – Ketika Warna”, untuk menyambut 50 tahun Indonesia Emas (50 Pelukis dan 50 Penyair) sebagai kurator, bersama Taufiq Ismail, Sutarji Calzoum Bachri, Hammid Jabbar dan Agus Dermawan T.
  • Sebagai wakil ketua Majelis Kebudayaan Muhammadiyah memprakarsai seminar “Islam dan Kesenian”.
  • Menerbitkan kumpulan tulisan “Islam dan Kesenian” menyongsong Muktamar Muhammadiyah 43 di Banda Aceh, kerjasama antara Majelis Kebudayaan dan Lembaga Litang Muhammadiyah dengan Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta.

25. Tahun 1998 :

Atas instruksi Menparsenibud RI membentuk Masyarakat Peduli Musi (MPM), Palembang, Sumatera Selatan.

26. Tahun 1999 :

  • Dikukuhkan sebagai Konsultan khusus Menteri Pariwisata Seni dan Budaya RI (Drs. Marzuki Usman, MA), urusan Peduli Parsenibud Kawasan Indonesia Barat.
  • Diangkat sebagai Dewan Pakar Deparsenibud.
  • Menciptakan elemen estetis sculpture UNY dan sepasang Lukisan Besar “Taman Pendidikan Indonesia”.

27. Tahun 2000 :

  • Menciptakan Logo/lambang UNY (bersama Drs. R. Kuncoro Wilan D dan Drs. Hajar Pamadhi).
  • Mengkoordinir dekorasi pembukaan Muktamar Muhammadiyah ke-44 dan Pameran Lukisan Islami (berhasil).
  • Merancang Logo dan Maskot PON VXI – Sumsel 2004, atas tugas dari Gubernur Sumatera Selatan.
  • Penasehat Lembaga Seni Budaya PP. Muhammadiyah.

18. Pertemuan Organisasi

1. Pertemuan Seniman BKKNI DIY dan Pusat sebagai kegiatan tahunan.

2. Organisasi Himpunan Senirupawan Indonesia di Yogyakarta, 1979.

3. Simposium Identifikasi Pendidikan dan Kebudayaan beserta Masalahnya, Yogyakarta, 1982.

4. Simposium dan Lokakarya dosen Fakultas Sastra dan Seni IKIP Semarang, 1982.

5. IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 1982.

6. Simposium II Identifikasi Pendidikan dan Kebudayaan beserta Masalahnya, Jakarta, 1985.

7. Batik sebagai Media Ekspresi, University of IOWA, Iowa City, USA.

8. Temu Karya Nasional (Tekarnas) Organisasi Masyarakat Peduli Pariwisata, Seni dan Budaya seluruh Indonesia, Deparsenibud, Jakarta, 1999.

19. Kegiatan di Amri Art Gallery

1. Setiap hari hampir 10-15 orang (wisatawan asing, domestik, pecinta seni) mengunjungi Amri Art Gallery Yogyakarta.

2. Setiap hari minimal 20 mahasiswa kuliah dan praktek di Amri Art Gallery.

3. Setiap musim wisatawan. Lebih dari 3 bus wisatawan mengunjungi Amri Art Gallery.

4. Setiap liburan sekolah, setidak-tidaknya 5 bus setiap hari berkunjung ke Amri Art Gallery.

5. Amri Art Gallery sering ditunjuk sebagai media pertukaran informasi mengenai kebudayaan, dalam hal ini studi pengembangan batik bagi lembaga-lembaga perguruan tinggi dalam maupun luar negeri.

20. Ceramah Umum

Setiap ceramah atau kuliah satu semester sebagai dosen tamu selalu mengetengahkan seluk-beluk batik, seni budaya dan pariwisata disertai demonstrasi, pemutaran slide tentang Indonesia di forum nasional maupun internasional.

1. Seni Lukis Batik, 1972.

2. Seni Lukis Batik Indonesia Sedang Tumbuh, (Diskusi Pameran Batik Pelukis-pelukis Surakarta), 1973.

3. Seni Lukis Batik sebagai Media Ekspresi, Taman Ismail Marzuki Jakarta, di depan wartawan ibu kota dan seniman, 1973.

4. Batik, Something Old Something New, Berkeley University, 1974.

5. Pendidikan Disain, Mode dan Menjahit di Jepang Terbesar di Asia, Soen Magazine Institute, 1974.

6. Luksian Batik dan Batik Tradisional Sebagai Media Kreatif Bagi Seniman-seniman Internasional, UNESCO Paris, dihadiri oleh Dr. A. M’Brow (Dirjen UNESCO), Dr. Makagiansar (Direktur Kebudayaan UNESCO), para anggota dan cabang-cabang UNESCO Paris, 1976.

7. Seni Terpakai dalam Pendidikan adalah Sesuatu yang mudah dicerna, Rijswijk, Nederland, 1976.

8. Lukisan Batik Sebagai media Ekpsresi, Women society (USA), Jeddah, 1976.

9. Apakah Batik Sudah Ada di Mesir sebelumnya?, (Pusat Kebudayaan Mesir, di depan pejabat teras, seniman-seniwati dan mahasiswa Mesir), Cairo, 1976.

10. Melalui Seni Kita Dapat Meningkatkan Pendidikan dan Persahabatan, Kuwait art Gallery, (di hadapan Menteri-menteri Kuwait, Irak, Publik dan Corps Diplomatic serta seniman-seniman Kuwait), Kuwait, 1977.

11. Batik Sebagai Seni, Meridien Hotels, Abudhabi, United arab Emirates (UAE), 1978.

12. Seni Batik adalah Media Bagus bagi Seni Kaligrafi, Al-‘Ain University, UAE, 1978.

13. Batik Sebagai Media Baru Bagi Seni Kontemporer, Fine Art Institute, Baghdad Iraq, 1978.

14. Batik Sebagai seni Murni (Umum), Dubai sheraton Hotels, UAE, 1978.

15. Seni dan Kehidupan Tidak Dapat Dipisahkan Satu Sama Lain, Art Institute dan Artists Association , Iraq, 1978.

16. Batik adalah Media Baru dalam senirupa Kontemporer bagi Perkembangan Pendidikan Wisatawan di Indonesia serta Pecinta Seni, John F. Kennedy University, USA, September 1981.

17. Perkembangan Batik dan Kemajuan Tekstil, Basin Textile School, San Fransisco, USA, 1981.

18. Pengaruh Batik Kontemporer dalam Dunia Pendidikan Senirupa Umumnya dan Seni Kontemporer Khususnya, Pasadena Art Gallery, (dihadiri oleh pecinta seni dan para seniman serta mahasiswa), Pasadena, Los Angeles, USA, 1981.

19. Qurban adalah Pendekatan Diri Sebgai Pengemdalian Diri Untuk Mendapatkan Mahabbah, Komando Wilayah Pertahanan dan Keamanan II, Jawa Madura, Desember 1982.

20. Memupuk Aqidah Melalui Seni, Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, 3 Desember 1983.

21. Apakah Seni Perlu bagi Seorang Da’i, IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 12 Desember 1983.

22. Peranan Warna dalam Desain, Akademi Disain Interior Jakarta, 26 Juli 1983.

23. Kerajinan Sebagai Komoditi Non Migas, Sekolah Menengah Industri dan Kerajinan, Yogyakarta, 21 Oktober 1983.

24. Seniman Yang Wiraswasta dan Wiraswasta Yang Seniman, Universitas Diponegoro Semarang, (bersama 3 penceramah besar, Prof. Dr. soemitro Djojohadikusumo, Prof. Dr. Mubyarto dan Prof.Dr. BJ. Habibie), November 1983.

25. Prospek Film Indonesia: Sebuah Telaah Nilai, Studium General SM Fakultas Hukum UII, Yogyakarta, 1984.

26. Peranan Mahasiswa Dalam Pembangunan, IOWA University, (ceramah di hadapan mahasiswa Indonesia), Usa, 1986.

27. Diplomasi Kebudayaan Tanggungjawab Kita Bersama, (Ceramah di hadapan warga KJRI dan masyarakat), New York, USA, 1987.

28. Film Nasional: Antara Romantisme dan Idaelisme, Antara Ada dan Tiada, diskusi Film PWI, Yogyakarta, 1991.

29. Pendidikan Film dan Seni: Bagaimana Mau Bangkit Bila Masih Sebagai Perakit, Diskusi tentang perfilman dan video bersama Badan Pembinaan Perfilman Daerah, Yogyakrta, 1989.

30. PARFI dan Wawasan Seni: Makin Tinggi Wawasan Nasional Insan Film, Makin Tinggi Nilai Film yang Dihasilkannya, Kongres PARFI X Jakarta, 1989.

31. Dicari: Tjut Nja’ Dhien-Tjut Nja’ Dhien dan Eros Djarot-Eros Djarot Baru bagi Perfilman Indonesia, Kongres PARFI X, Jakarta, 1989.

32. Festival Wawasan dan Pusat Kesenian, Pengantar Dialog FKY III, 1991.

33. Menuju Lesehan Berhati Nyaman, Akademi Kesehatan APKTS, Yogyakarta, 1991.

34. Silaturahmi dan Pariwisata, Gradhika Yogya Pariwisata, 1992.

35. Wawasan Seni Bernafas Iman dan Taqwa, Pekan Maulid PT. Pupuk Kaltim, Bontang, 1991.

36. Wawasan Seni Lepas Landas, DPD Golkar Kalimantan Timur, Balikpapan, 1991.

37. Batik Adiluhung Tapi Tersandung, Museum Seni Sono Budoyo, Yogyakarta, 1991.

38. Kesenian dan Kebangkitan Nasional II, Kongres Kebudayaan, Jakarta, 1991.

39. Seni dan Realitas Sosial, LPM HIMMAH Kaliurang, 1992.

40. Kesenian Islam, Dulu, Kini dan Esok, Universitas Muhammadiyah Surakarta, 1992.

41. Kaligrafi: Seni dan Syiar Islam, Islamic Contemporary Work of Art Exhibition, Singapore, 1992.

42. Pariwisata Menghancurkan atau Mengembangkan Dunia?, International Conference on Cultural Tourism, Yogyakarta, 1992.

43. Upaya Memahami Konsep Budaya Melalui Pesan Kesenian, Konsorsium Kurikulum IKIP YOGYAKARTA, Yogyakarta, 1992.

44. Seni dan Idul Fitri, Dialog Halal bi Halal GKBI, 1992.

45. Beberapa Fenomena Bisnis Lukisan, Diskusi Senirupa Universitas Sarjana Wiyata Tamansiswa, Yogyakarta, 1993.

46. Kaligrafi Arab Sebagai Sarana Peningkatan Wawasan Seni, Sarasehan Seni IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, 1993.

47. Kesenian dalam Perspektif Islam, Seminar Kajian Islam Interdisipliner, Majelis Pendidikan Muhammadiyah, Yogyakarta, 1993.

48. Strategi Dakwah Muhammadiyah dalam Perspektif Seni Budaya, Seminar Majelis Dakwah PP Muhammadiyah, Yogyakarta, 1993.

49. Catatan Lepas dari Alumni, Pekan Orientasi Kampus Institut Seni Indonesia, Yogyakarta, 1993.

50. Berdakwah Melalui Seni Pertunjukan, Maulid Nabi Wanita Islam, Yogyakarta, 1993.

51. Membina Kesenian dalam Muhammadiyah, Temu Nasional Sastra-seni Perguruan Tinggi Muhammadiyah, Kaliurang, 1993.

52. Islam dan Pembinaan Senirupa, Seminar Islam dan Kesenian, Majelis Kebudayaan Muhammadiyah, Litbang PP Muhammadiyah dan UAD Yogyakarta, 1995.

53. Wawasan Seni, Pendidikan dan Dakwah, Kulaih Umum di Universitas Muhammdiyah Palembang (UMP) di Palembang, 1995.

54. Tantangan Batik Sebagai Sarana Promosi Pariwisata Memasuki Pergantian Milenium, The World Batik Conference and Exhibition, Yogyakarta, 1997.

55. Sungai dalam Perspektif Bari, Pembicara Tamu Khusus, Seminar dan Lokakarya Kesertaan Aktif Masyarakat Dalam Rangka Penataan Sungai Musi Untuk Mewujudkan Palembang Kota Tepian Air, Dibacakan di depan Gubernur Sumsel dan Walikota Palembang, 1999.

56. Religion, the Art and Peaceful Reconciliation, Pembicara mewakili agama Islam bersama Prof. Dr. Nurcholis Majid dan Prof. Dr. Azyumardi Azra, pada seminar on Interreligious Dialogue (JakArt@200!), Jakarta, 2001.

57. Merangkai Seni Budaya Indonesia, pemakalah dan pembicara bidang budaya bersama Dr. Muji Sutrisno pada Seminar Nasional Temu Mahasiswa Taman Siswa se- Indonesia, Yogyakarta, 2003.

21. Sumbangan Pikiran di Media Cetak dan Elektronik

1. Perkembangan Produk dan Disain, SKH Masa Kini, Yogyakarta, 1983.

2. Hubungan Antara Pendidikan, Kerajinan serta Peranan Industri Kerajinan dalam Meningkatkan Ekspor Non Migas, SKH Masa Kini, 22 Oktober 1983.

3. Seni Lukis Batik sebagai Media Peningkatan Apresiasi Seni Lukis Kontemporer, Majalah Budaya Jaya, 1973.

4. Kita Kembangkan Generasi Muda Melalui Seni dan Wiraswasta, SKH Masa Kini, Oktober 1983.

5. Peranan Sanggar Senirupa dalam Pendidikan Humaniora, SKH Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta, 1983.

6. Menjenguk Studio Senirupa Anak-anak di Yogyakarta, SKH Kedaulatan Rakyat, Yogyakarta, Agustus 1983.

7. Monumen Yogya Kembali, SKM Minggu Pagi, Yogyakarta, Oktober 1986.

8. Seni dan Religiusitas, BBM “Himmah” Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Juni 1991.

9. FKY (Festival Kesenian Yogyakarta) Festival Kepedulian, SKH Kedaulatan Rakyat, Juni 1991.

10. Peranan Kesenian dalam Kebangkitan Nasional II, SKH Kedaulatan Rakyat, 1991.

11. Muhammadiyah dan Seni Budaya, Majalah Suara Muhammadiyah, 1991.

12. Canting Emas untuk Pengembangan Batik, Pengantar Katalog Pameran Canting Emas, Yogyakarta, 1992.

13. Canting Emas di Tengah Krisis Batik, SKH Kedaulatan Rakyat, 1992.

14. Kaligrafi Manifestasi Seni Islam, Pengantar Katalog Pameran Kaligrafi Islam, Kudus, 1993.

15. Islam dan Konsep Dasar Kesenian (2 Seri), Majalah Suara Muhammadiyah, November 1992.

16. Islam dan Konsep Dasar Budaya, Majalah Suara Muhammadiyah, september 1994.

17. Seni, Budaya Indonesia dan Islam, Diambang Fajar (4 episode), SCTV, 1996 – 1997.

18. Dunia Bintang, Episode 2 Januari 1999, SCTV, Januari 1999.

19. Agama, Kesenian dan Perdamaian, SKH Kedaulatan Rakyat, 1 Agustus 2001.

22. Aktifitas Lain

1. Juri Tahunan Lomba Gambar anak-anak di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta.

2. Tim Perumus Identifikasi Pendidikan dan kebudayaan beserta Masalahnya untuk DIY.

3. Peserta Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila, 1980.

4. Juri Lomba Pameran Poster tentang Sampah, 16 -18 Agustus 1983.

5. Juri Parade Pembangunan Nasional, 24 Agustus 1983.

6. Juri Lomba Poster Jantung Sehat, 6 Desember 1983.

7. Juri Pameran Material, 12 desember 1983.

8. Juri Lomba Karikatur tentang Hak-hak Asasi Manusia (HAM), LBH Yogyakarta, 12 Desember 1983.

9. Juri Lomba Lukis Becak setiap event pariwisata.

10. Peserta Pejuang beserta Angkatan 66, Yogyakarta.

11. Juri melukis anak-anak TK-SD setiap tahun.

12. Juri melukis tingkat SMP-SMTA setiap tahun.

13. Juri lomba lukis kaligrafi Islam setiap tahun.

14. Juri lomba busana, kegiatan pariwisata DIY, tahun 1986/1987.

15.Semenjak 1973 menjadi pencetus, pengelola, penasehat Ramadhan Ing Gampingan. Suatu kegiatan mendidik anak kampung memeluk agama Islam, melalui kegiatan seni dan agama. Sejak 1983 Ramadhan Ing Gampingan menyelenggarakan lomba yang diikuti oleh kelompok pengajian se-DIY, memperebutkan tropi pejabat-pejabat DIY.

16. Juri Kompetisi Seni Rupa se-ASEAN, Singapura, 1989.

17. Peserta Kongres Kebudayaan II, Jakarta, 1991.

18. Panitia Pusat Muktamar Muhammadiyah ke-42 di Yogyakarta, 1990.

19. Panitia Inti MTQ ke-14 di Yogyakarta, 1991.

20. Pengurus Persatuan Orangtua Mahasiswa Fakultas Teknik UGM sejak 1992.

21. Anggota Senat Fakultas FPBS IKIP Yogyakarta sejak 1994 (dua periode).

22. Anggota Senat Institut IKIP Yogyakarta, sejak 1994 (dua periode).

23. Juri Kompetisi Lukis Poster Konferensi Internsional Pariwisata Budaya, 1992.

24. Panitia Pusat Muktamar Muhammadiyah ke-43, di Banda Aceh, 1995.

25. Peserta aktif mewakili DIY ke Kongres Kesenian Nasional I di Jakarta, 1995.

26. Panitia Pusat Muktamar Muhammadiyah ke-44 di Jakarta, 2000.

27. Penasehat Lembaga Seni dan Budaya Muhammadiyah, November 2000 sampai akhir hayat.

28. Dewan Pakar Paguyuban Pecinta Batik Sekar Jagad Indonesia (PPBI), 2002 sampai akhir hayat.

29. Ketua Dewan seni dan Budaya Universitas Islam Indonesia (UII), 2002 sampai akhir hayat.

30. Pembina Badan Seni Budaya Taman Siswa, 2002 sampai akhir hayat.

23. Obsesi

Kebudayaan khususnya kesenian tetap dikelola dalam kementerian tersendiri dan menginginkan segera terealisir diadakan museum/art gallery untuk seni rupa dan gedung kesenian untuk pertunjukan tradisional/kontemporer di setiap ibukota provinsi.

(dari berbagai sumber)

Last Updated on Wednesday, 16 March 2011 14:25